Madrasah adalah lembaga pendidikan yang mencetak generasi
penerus bangsa menuju ke sistem pendidikan yang lebih baik. Madrasah atau kata
lain dari sekolah itu harus mampu melahirkan anak bangsa yang memiliki cukup
ilmu serta nilai agama yang tinggi serta akhlak mulia. Pendidikan di madrasah inilah merupakan suatu hal yang dianggap
penting karena dimanapun suatu tempat pastilah membutuhkan orang-orang yang
berpendidikan agar dapat membangun peradaban yang lebih maju. Pendidikan di
ranah pembentukan karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman
ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah
ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi perorang.
Saya adalah guru di salah satu madrasah di Bantul yang
termasuk dalam bagian besar ikut andil membantu proses mendidik siswa-siswa
menjadi generasi yang lebih baik, termasuk didalamnya tidak sekedar mentransfer
ilmu untuk level kognitifnya saja, melainkan ikut serta mendidik akhlak dan
kepribadian siswa dalam pembentukan karakter di madrasah. Realitanya banyak
guru hanya berniat mengajar sebagai salah satu syarat sah menuntaskan
kewajiban, namun mengajarkan etika-etika siswa yang harus terbentuk dari proses
awal untuk bekal berkesinambungan menuju
masa depan masih dikesampingkan. Hal ini sungguh sangat disayangkan, banyak hal
bisa kita lakukan untuk para pewaris sekaligus penerus estafet kepemimpinan itu
harus terhenti di tengah jalan karena kelalaian kita terhadap pendidikan
karakter yang jelas sehingga mampu membuat generasi beradab dan
berakhlaqulkarimah.
Beberapa pilar karakter yang bisa dibangun mulai dari
kejujuran dalam bertindak, bersikap dan bertutur kata. Kemudian disiplin dan
tertib dalam menjalankan aturan,
bersikap adil dalam segala kondisi, dan memupuk rasa hormat kepada yang lebih
tua, hal ini bisa dilakukan sejak dini dan secara kontinu serta
sungguh-sungguh, sehingga mampu menjadi kebiasaan para siswa dalam keseharian
baik di madrasah terlebih lagi di masyarakat yang bisa dijadikan teladan yang
baik. Inilah bagian dari potensi kecerdasan siswa yang dilandisi oleh jiwa dan karakter
kuat bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya, sehingga membantu
mewujudkan negara lebih kuat dan beradab.
Yuni Iswari Dewi, MTsN 9 Bantul
Majalah
Dinding Menumbuhkan Minat Berliterasi
Program
gerakan literasi di sekolah dengan membudayakan kegiatan membaca sangat positif
dilakukan dan dibiasakan kepada siswa sejak dini. Salah satu kreativitas dalam
menumbuhkan minat baca di sekolah saya di MTsN 9 Bantul adalah siswa membuat
majalah dinding nan cantik dengan segenap aksesoris serta properti yang
mendukung tampilan majalah dindingnya, sehingga para pengunjung sekaligus
pembaca akan diajak berkelana seolah-olah menjadi lebih tau sejuta informasi
dalam waktu yang cepat dan singkat. Tujuannya sangat sederhana yaitu
memperkenalkan dan mendorong siswa agar memiliki kebiasaan membaca dimana saja
dan kapan saja. Siswa tidak hanya dibawa ke perpustakaan atau diperkenalkan
dengan pojok baca di dalam kelas. Namun mendorong siswa di kelas untuk membaca
mading yang ada di luar kelas itu sangatlah menarik sekaligus membunuh
kebosanan beraktivitas di kelas. Beberapa manfaat majalah dinding selain
sebagai media aktif berliterasi yaitu sebagai media komunikasi, wadah
kreativitas, menambahkan kebiasaan membaca, pengisi waktu, melatih kecerdasan
berpikir, melatih berorganisasi, dan mendorong latihan menulis. Dengan demikian
sebagai motivasi literasi dan penumbuhan semangat membaca dan menulis.
Banyak bahan
baku yang dibutuhkan untuk membuat agar mading menarik, mulai dari kertas kado
yang berwarna, lem, kemudian spidol kecil warna-warna bahkan barang bekas dan
daun serta ranting kering pun bisa dimanfaatkan untuk menghias sekeliling
mading. Pemilihan warna pun menunjang tampilan mading lebih menantang sehingga
kesan pertama indah.
Sajian menu
mading sangatlah beragam, mulai dari tema/materi mading silih berganti, gambar
yang menarik, lebih lagi hasil karya siswa yang berbakat pun muncul di mading
sebagai ujud apresiasi yang terhangat. Hal inilah yang akan memberikan
pemberian penghargaan sebagai rasa tanggung jawab keotentikan hasil karya siswa
sehingga menjadikan siswa lebih aktif lagi untuk membaca dan menulis banyak hal
tentang segala informasi yang kian melesat.
Melalui
kegiatan literasi bermediakan kreativitas mading akan mengajak pihak sekolah
selalu memberikan sosialisasi betapa pentingnya kegiatan berliterasi, sehingga
dapat mengenalkan tumbuhnya minat serta bakat untuk menyalurkan kemampuan menulis
siswa sehingga hasil karyanya menjadi kebanggaan yang terbaca dan bermanfaat
bagi orang lain.
Yuni Iswari Dewi, MTsN 9 Bantul
Kedua karya tulis tersebut berupa karya esai terpilih dan diterbitkan dalam antologi buku berjudul 'Pendidikan Berkemerdekaan', menulis bersama Najela Shihab dalam event yang diselenggarakan oleh GMB-Indonesia pada bulan Januari 2020.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar