Senin, 09 Maret 2020

Esai Pendidikan Karakter dan Literasi


Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Peradaban di Madrasah
Madrasah adalah lembaga pendidikan yang mencetak generasi penerus bangsa menuju ke sistem pendidikan yang lebih baik. Madrasah atau kata lain dari sekolah itu harus mampu melahirkan anak bangsa yang memiliki cukup ilmu serta nilai agama yang tinggi serta akhlak mulia. Pendidikan di madrasah  inilah merupakan suatu hal yang dianggap penting karena dimanapun suatu tempat pastilah membutuhkan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun peradaban yang lebih maju. Pendidikan di ranah pembentukan karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi perorang.
Saya adalah guru di salah satu madrasah di Bantul yang termasuk dalam bagian besar ikut andil membantu proses mendidik siswa-siswa menjadi generasi yang lebih baik, termasuk didalamnya tidak sekedar mentransfer ilmu untuk level kognitifnya saja, melainkan ikut serta mendidik akhlak dan kepribadian siswa dalam pembentukan karakter di madrasah. Realitanya banyak guru hanya berniat mengajar sebagai salah satu syarat sah menuntaskan kewajiban, namun mengajarkan etika-etika siswa yang harus terbentuk dari proses awal untuk bekal  berkesinambungan menuju masa depan masih dikesampingkan. Hal ini sungguh sangat disayangkan, banyak hal bisa kita lakukan untuk para pewaris sekaligus penerus estafet kepemimpinan itu harus terhenti di tengah jalan karena kelalaian kita terhadap pendidikan karakter yang jelas sehingga mampu membuat generasi beradab dan berakhlaqulkarimah.
Beberapa pilar karakter yang bisa dibangun mulai dari kejujuran dalam bertindak, bersikap dan bertutur kata. Kemudian disiplin dan tertib  dalam menjalankan aturan, bersikap adil dalam segala kondisi, dan memupuk rasa hormat kepada yang lebih tua, hal ini bisa dilakukan sejak dini dan secara kontinu serta sungguh-sungguh, sehingga mampu menjadi kebiasaan para siswa dalam keseharian baik di madrasah terlebih lagi di masyarakat yang bisa dijadikan teladan yang baik. Inilah bagian dari potensi kecerdasan siswa yang dilandisi oleh jiwa dan karakter kuat bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya, sehingga membantu mewujudkan negara lebih kuat dan beradab.

Yuni Iswari Dewi, MTsN 9 Bantul

Majalah Dinding Menumbuhkan Minat Berliterasi
Program gerakan literasi di sekolah dengan membudayakan kegiatan membaca sangat positif dilakukan dan dibiasakan kepada siswa sejak dini. Salah satu kreativitas dalam menumbuhkan minat baca di sekolah saya di MTsN 9 Bantul adalah siswa membuat majalah dinding nan cantik dengan segenap aksesoris serta properti yang mendukung tampilan majalah dindingnya, sehingga para pengunjung sekaligus pembaca akan diajak berkelana seolah-olah menjadi lebih tau sejuta informasi dalam waktu yang cepat dan singkat. Tujuannya sangat sederhana yaitu memperkenalkan dan mendorong siswa agar memiliki kebiasaan membaca dimana saja dan kapan saja. Siswa tidak hanya dibawa ke perpustakaan atau diperkenalkan dengan pojok baca di dalam kelas. Namun mendorong siswa di kelas untuk membaca mading yang ada di luar kelas itu sangatlah menarik sekaligus membunuh kebosanan beraktivitas di kelas. Beberapa manfaat majalah dinding selain sebagai media aktif berliterasi yaitu sebagai media komunikasi, wadah kreativitas, menambahkan kebiasaan membaca, pengisi waktu, melatih kecerdasan berpikir, melatih berorganisasi, dan mendorong latihan menulis. Dengan demikian sebagai motivasi literasi dan penumbuhan semangat membaca dan menulis.
Banyak bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat agar mading menarik, mulai dari kertas kado yang berwarna, lem, kemudian spidol kecil warna-warna bahkan barang bekas dan daun serta ranting kering pun bisa dimanfaatkan untuk menghias sekeliling mading. Pemilihan warna pun menunjang tampilan mading lebih menantang sehingga kesan pertama indah.
Sajian menu mading sangatlah beragam, mulai dari tema/materi mading silih berganti, gambar yang menarik, lebih lagi hasil karya siswa yang berbakat pun muncul di mading sebagai ujud apresiasi yang terhangat. Hal inilah yang akan memberikan pemberian penghargaan sebagai rasa tanggung jawab keotentikan hasil karya siswa sehingga menjadikan siswa lebih aktif lagi untuk membaca dan menulis banyak hal tentang segala informasi yang kian melesat.
Melalui kegiatan literasi bermediakan kreativitas mading akan mengajak pihak sekolah selalu memberikan sosialisasi betapa pentingnya kegiatan berliterasi, sehingga dapat mengenalkan tumbuhnya minat serta bakat untuk menyalurkan kemampuan menulis siswa sehingga hasil karyanya menjadi kebanggaan yang terbaca dan bermanfaat bagi orang lain.   

                                                                                                Yuni Iswari Dewi, MTsN 9 Bantul

Kedua karya tulis tersebut berupa karya esai terpilih dan diterbitkan dalam antologi buku berjudul 'Pendidikan Berkemerdekaan', menulis bersama Najela Shihab dalam event yang diselenggarakan oleh GMB-Indonesia pada bulan Januari 2020.


  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar